Bone,Provinsi Sulawesi-Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com
BONE, BahanaMerdeka.com, 27 September 2026 — Proyek rehabilitasi Jalan Camming–Bune–Talu, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, senilai Rp7.643.565.366 dari APBD TA 2026, kembali disorot Tim Koalisi LSM–Media AsB.

Sorotan utama tertuju pada pekerjaan talut yang didokumentasikan Tim Investigasi AsB saat turun langsung ke lokasi. Pada bagian pekerjaan yang masih relatif baru tersebut, tim menemukan kondisi yang secara visual diduga terdapat retakan, pecah, dan kerusakan.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan serius: apakah talut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, mutu material, metode pelaksanaan, dan ketentuan kontrak?

ASB: JANGAN SEKADAR DITAMBAL, UJI MUTUNYA!

AsB meminta kerusakan tidak hanya ditutup atau ditambal, tetapi harus dicari penyebabnya melalui pemeriksaan teknis.

“Kalau pekerjaan baru sudah diduga retak atau pecah, jangan sekadar ditambal. Periksa mutu material, campuran, ketebalan, pondasi, metode kerja dan hasil uji laboratoriumnya. Kalau perlu lakukan uji independen,” tegas Tim AsB.

AsB juga meminta dugaan terkait sumber material dari jaringan pemasok di Soppeng ditelusuri. Dugaan tersebut belum merupakan kesimpulan dan harus dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen serta uji teknis.

BBM SOLAR JUGA DIMINTA DITELUSURI

Selain mutu pekerjaan, AsB menyoroti informasi mengenai dugaan penggunaan solar yang disebut berasal dari Soppeng dan diduga merupakan BBM bersubsidi.

AsB meminta pihak berwenang memeriksa asal BBM, bukti pembelian, volume, pengangkutan dan pihak pemasok. Jika ditemukan penyimpangan, diminta ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Rp7,6 MILIAR, ASB DESAK PEMERIKSAAN

Proyek tersebut dikerjakan CV Hasten dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender. AsB mendesak PPK, konsultan pengawas, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Bone serta APIP/Inspektorat melakukan pemeriksaan, terutama terhadap:

- mutu dan spesifikasi material;
- dimensi serta ketebalan talut;
- campuran dan mutu beton;
- pondasi dan metode pelaksanaan;
- hasil uji laboratorium;
- volume dan progres pekerjaan;
- dokumen pemeriksaan dan pembayaran;
- legalitas sumber material; serta
- asal dan penggunaan BBM.

KONTRAKTOR DAN KADIS PU DIKONFIRMASI, TAK MERESPONS

BahanaMerdeka.com bersama Tim AsB telah berupaya melakukan konfirmasi melalui WhatsApp kepada pihak kontraktor dan Kepala Dinas PU/Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Bone terkait kondisi talut serta sejumlah dugaan yang menjadi sorotan.

Namun hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi tersebut belum mendapat respons.

AsB menegaskan, nilai proyek mencapai Rp7,6 miliar sehingga kualitas pekerjaan tidak boleh hanya dinilai dari tampilan luar.

“Yang harus dijawab bukan sekadar apakah talut retak, tetapi mengapa bisa terjadi, apakah memenuhi spesifikasi kontrak, dan bagaimana pertanggungjawaban mutu pekerjaan yang dibiayai uang rakyat,” tegas AsB.

Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini masih memerlukan verifikasi teknis dan pemeriksaan dokumen. PPK, konsultan pengawas, CV Hasten, Kepala Dinas terkait maupun pihak lainnya tetap diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

(Tim Investigasi AsB)