Bone,Provinsi Sulawesi-Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com
BONE, BahanaMerdeka.com — Bukan sekadar pelatihan, kegiatan Blending Tembakau dan Pelintingan Tangan yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan menjadi ruang belajar sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan peluang ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Helios, Kabupaten Bone, pada 28–30 September 2026 tersebut menghadirkan dua pemateri berpengalaman, yakni Bapak Sukardi dan Bapak Yunus dari Cilacap, Jawa Tengah.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 25 peserta yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Amali, Dua Boccoe, dan Bengo.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bone, A. Baso Promal Pawi. Kehadiran pemerintah dalam kegiatan ini menjadi bentuk perhatian terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam keterampilan pengolahan dan pelintingan tembakau.

Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mendapatkan pembelajaran praktik mengenai proses blending tembakau hingga teknik pelintingan secara manual.

Bagi sebagian peserta, kesempatan mengikuti pelatihan tersebut bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan baru. Lebih dari itu, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha maupun menambah penghasilan keluarga.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi masyarakat, keterampilan praktis seperti ini memiliki arti tersendiri. Sebab, dari tangan-tangan masyarakat yang mau belajar dan bekerja keras, selalu ada harapan untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik.

Para peserta pun diharapkan dapat membawa ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk dikembangkan di lingkungan masing-masing, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat terus berlanjut dan dirasakan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, sebuah keterampilan sederhana yang dipelajari dengan sungguh-sungguh dapat menjadi langkah kecil menuju perubahan ekonomi keluarga.

Semangat para peserta selama mengikuti pelatihan menjadi gambaran bahwa masyarakat membutuhkan ruang, kesempatan, dan pendampingan untuk terus berkembang.(Amirullah Amir) 

(Red BahanaMerdeka)