Makassar,Provinsi Sulawesi-Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com
MAKASSAR — BahanaMerdeka.com — Kelangkaan BBM jenis Solar kembali dikeluhkan warga Makassar. Hasil penelusuran awak media BahanaMerdeka, Rabu (7/10/2026), sejumlah truk mengantre panjang hingga membentuk dua baris di badan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Kondisi ini bukan sekadar soal antrean. Kemacetan panjang, tekanan pengemudi, hingga potensi gesekan dan perkelahian menjadi ancaman nyata. Sebelumnya, antrean Solar juga dikabarkan sempat memicu perkelahian akibat lamanya masyarakat menunggu.

Pertanyaannya: mengapa persoalan ini kembali terjadi?

Pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga harus segera menjelaskan kondisi stok, distribusi, kuota, dan pengawasan penyaluran Solar. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung akibat lemahnya tata kelola distribusi BBM.

Mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta aturan turunannya, penyediaan dan pendistribusian BBM merupakan bagian yang harus dijamin dan diawasi agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

Jika kelangkaan terus berulang, maka evaluasi terhadap rantai pasok dan sistem pengawasan wajib dilakukan.

Jangan menunggu ada korban, perkelahian kembali pecah, atau kemacetan semakin parah baru pemerintah bertindak.

Masyarakat membutuhkan BBM, tetapi juga membutuhkan kepastian, pelayanan dan distribusi yang adil.

(Mksr As)