KOLAKA — BahanaMerdeka.com — Pemasangan papan informasi proyek pada pekerjaan tiga jembatan dalam satu ruas jalan menjadi sorotan Tim Investigasi LSM Jangkar Nasional. Pasalnya, hasil pantauan lapangan hanya menemukan satu papan informasi, sementara nilai anggaran yang tercantum mencapai puluhan miliar rupiah.
Jangkar mempertanyakan status sebenarnya pekerjaan tersebut: benarkah tiga jembatan berada dalam satu paket dan satu kontrak, atau merupakan paket berbeda dengan nomor kontrak, SPMK, maupun sumber anggaran masing-masing?
Jika pekerjaan merupakan paket atau kontrak terpisah, setiap pekerjaan semestinya dapat diidentifikasi secara jelas melalui informasi proyek di lokasi. Masyarakat berhak mengetahui nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana, masa pelaksanaan, serta pihak yang bertanggung jawab.
Sebaliknya, jika ketiga jembatan memang satu kontrak, PPK dan Satker perlu menjelaskan secara terbuka mengapa informasi proyek hanya terlihat pada satu titik dan bagaimana publik dapat mengetahui rincian pekerjaan di dua lokasi lainnya.
Jangkar menegaskan, persoalan ini bukan sekadar papan proyek, tetapi menyangkut prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan penggunaan uang negara. Keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam memastikan proyek pemerintah dapat diawasi masyarakat.
Karena itu, PPK dan Satker diminta membuka penjelasan mengenai dokumen kontrak, nilai masing-masing pekerjaan, sumber dana, serta status ketiga jembatan tersebut.
Jika nantinya ditemukan ketidaksesuaian antara dokumen kontrak dan kondisi di lapangan, Jangkar meminta aparat pengawasan dan penegak hukum melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya.
Jangkar menegaskan: jangan sampai tiga jembatan hanya diberi satu papan, lalu transparansi anggarannya ikut disatukan tanpa penjelasan yang terang.
(TIM)
0Komentar