"
MAKASSAR — BahanaMerdeka.com, 9 September 2026 — Tim Investigasi LSM Jangkar Nasional menyoroti anggaran belanja makanan dan minuman Sekretariat DPRD Sulsel TA 2026 yang mencapai Rp55,08 miliar dalam 10 paket.
Jangkar menggunakan perbandingan sederhana untuk menguji kewajaran angka tersebut. Jika pagu Rp55.083.378.300 dibagi 365 hari, rata-ratanya mencapai sekitar Rp150,9 juta per hari. Angka ini merupakan rata-rata matematis tahunan, bukan berarti belanja dilakukan setiap hari.
Sebagai pembanding, berdasarkan data TA 2025 yang menjadi bahan analisis Jangkar, apabila penyerapan mencapai lebih dari 90% atau sekitar Rp40 miliar, maka rata-rata tahunannya sekitar Rp109,6 juta per hari atau dibulatkan sekitar Rp100–110 juta per hari.
Artinya, dengan pagu TA 2026 sekitar Rp55 miliar, rata-rata anggaran harian meningkat sekitar Rp41 juta dibanding asumsi Rp40 miliar pada 2025, atau naik sekitar 37%.
“Ini bukan berarti DPRD menghabiskan Rp150 juta setiap hari. Ini hitungan rata-rata untuk menguji logika besarnya anggaran. Pertanyaannya, apakah kenaikan tersebut benar-benar ditopang kebutuhan riil?” tegas Jangkar.
Jangkar menilai lonjakan anggaran harus dapat dijelaskan melalui volume kegiatan, jumlah penerima, frekuensi rapat/reses, harga satuan, serta kebutuhan riil, bukan sekadar menaikkan pagu.
Pengelolaan keuangan daerah wajib memperhatikan prinsip ekonomis, efisien, efektif, transparan dan akuntabel, sementara pengadaan pemerintah juga wajib dilaksanakan berdasarkan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, persaingan sehat dan kewajaran harga.
“Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang berat, Rp55 miliar untuk belanja makan-minum harus benar-benar terukur. Jika kebutuhan tidak mendukung angka tersebut, risikonya adalah pemborosan anggaran dan harus dievaluasi,” tandas Jangkar.
Jangkar mendesak Inspektorat Sulsel dan BPK menguji kewajaran pagu tersebut dengan membandingkan realisasi 2025, kebutuhan riil 2026, volume kegiatan dan harga satuan.
“Sederhana saja: buka hitungannya. Kalau Rp55 miliar memang dibutuhkan, buktikan volumenya. Kalau tidak, jangan paksa uang rakyat habis hanya karena sudah dianggarkan,” tegas Jangkar.
(Tim Jangkar)
0Komentar