Makassar,Provinsi Sulawesi-Selatan Indonesis,Bahana Merdeka,Com
MAKASSAR — BahanaMerdeka.com — Aktivitas mobil tangki yang diduga berkaitan dengan ALX kembali memantik sorotan keras Tim Investigasi LSM Jangkar Nasional. Bukan sekali, tim yang berada di Jalan Pongtiku mengaku menyaksikan sendiri mobil tangki berulang kali melintas, sehingga muncul dugaan bahwa aktivitas pengangkutan BBM tersebut berjalan cukup lancar.

Pada Selasa, 8 September 2026, tim melihat mobil tangki bertuliskan PT Citra Jaya Makmur Sejahtera melintas di Jalan Pongtiku. Sehari kemudian, Rabu, 9 September 2026, mobil tangki bertuliskan PT Opsus kembali terlihat melintas di lokasi yang sama. Kedua kendaraan tersebut disebut diduga berkaitan dengan pihak yang sama, yakni ALX.

Jangkar mempertanyakan: kalau aktivitas tersebut legal, mengapa asal muatan dan tujuan pengirimannya tidak dibuka secara terang?

Sorotan semakin tajam karena di tengah antrean panjang masyarakat dan pelaku usaha mendapatkan solar bersubsidi di SPBU, mobil tangki yang diduga terkait ALX justru terlihat bebas bergerak.

“Tim berada langsung di Jalan Pongtiku. Kami melihat sendiri mobil tangki lewat berulang kali. Ini bukan sekadar cerita. Karena itu kami minta aparat jangan hanya melihat kendaraan lewat, tetapi telusuri apa yang sebenarnya dibawa,” tegas Tim Jangkar.

Jangkar bahkan meminta aparat memastikan tidak ada penyalahgunaan jenis BBM lain, termasuk kekhawatiran adanya pergerakan avtur. Dugaan kemungkinan solar dicampur dengan bahan bakar lain lalu dipasarkan kembali dinilai harus diuji secara teknis dan laboratorium.

“Jangan sampai ada permainan pencampuran BBM untuk mengubah atau menyamarkan asal muatan. Kalau tidak ada, silakan periksa dan buktikan. Jangan biarkan dugaan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujarnya.

Jangkar mendesak BPH Migas, Pertamina dan aparat penegak hukum segera menelusuri asal BBM, dokumen angkutan, volume, transaksi pembelian, jalur distribusi, tujuan pengiriman serta pihak penerima.

Jika benar solar subsidi diangkut dan dialihkan kepada pihak yang tidak berhak, Jangkar meminta tidak ada kompromi. Periksa, telusuri dan tindak siapapun yang terbukti bermain.

“Rakyat antre mendapatkan solar subsidi. Sementara mobil tangki tertentu terlihat terus bergerak. Jangan sampai subsidi rakyat justru menjadi ladang keuntungan segelintir pihak. Aparat harus turun dan membuka semuanya!” tegas Jangkar.

Kini pertanyaan publik semakin keras:

MOBIL TANGKI ITU SEBENARNYA MEMBAWA APA, DARI MANA BBM DIPEROLEH, SIAPA YANG MEMERINTAHKAN, DAN KE MANA MUATANNYA DIBAWA?

Jangan sampai mobil tangki terus melintas, sementara kebenaran justru berhenti di jalan.

(Tim)