Medang,Provinsi Sumatra Utara Indonesia,Bahana Merdeka,Com
MEDAN — Ucapan selamat dan sukses disampaikan Robby R. Rambi, Wakil Redaksi Bratanews, atas dilantiknya Kombes Pol Dr. Josua N.A.M. Tampubolon, S.H., M.H. sebagai Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut).

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara.

Pengalaman Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon dalam penanganan persoalan narkotika dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas strategis, khususnya pada aspek pemberantasan dan intelijen.

“Sumatera Utara membutuhkan kerja pemberantasan narkotika yang kuat, profesional, terukur dan berbasis informasi. Fungsi pemberantasan dan intelijen memiliki posisi sangat penting dalam membaca pola peredaran narkotika sekaligus mengungkap jaringan di baliknya,” tegas Robby R. Rambi.

Sinergi Seluruh Elemen Masyarakat

Robby berharap Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon mampu memperkuat sinergi antara BNNP Sumut dengan Kepolisian, TNI, Bea Cukai, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, insan pers, hingga seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, sinergi tersebut penting agar program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyentuh akar persoalan narkotika di tengah masyarakat.

“Kami siap bersinergi dan mendukung langkah-langkah positif BNNP Sumut, sepanjang semuanya diarahkan untuk kepentingan masyarakat dan perang nyata terhadap narkotika. Pers juga memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan sekaligus menyampaikan informasi yang faktual kepada publik,” ujar Robby.

Bukan Sekadar Menangkap, tetapi Membongkar Jaringan

Lebih jauh, Robby menilai masyarakat membutuhkan pengungkapan yang menyeluruh terkait jalur masuk narkotika, pihak yang mengendalikan jaringan, modus operandi, hingga wilayah distribusinya.

Karena itu, fungsi pemberantasan dan intelijen diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam memutus mata rantai peredaran narkotika secara berkelanjutan.

“Penindakan jangan hanya berhenti pada pelaku di lapangan. Jika ditemukan jaringan yang lebih besar di baliknya, harus ditelusuri secara profesional berdasarkan bukti-bukti dan aturan hukum yang berlaku. Prinsipnya jelas: bongkar jaringan, lindungi masyarakat, dan jangan tebang pilih,” tegasnya.

Bekal Pengalaman dari BNNK Deli Serdang

Sebelum dipercaya menduduki jabatan tersebut, Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon diketahui pernah menjabat sebagai Kepala BNN Kabupaten Deli Serdang.

Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal dalam memahami karakteristik persoalan narkotika di Sumatera Utara, termasuk dinamika jaringan peredaran dan berbagai modus yang berkembang di masyarakat.

“Selamat bertugas, Abangda Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan serta kemudahan dalam menjalankan amanah yang dipercayakan. Kami berharap kehadiran Abangda membawa energi baru bagi pemberantasan narkotika di Sumatera Utara,” ucap Robby.

Ia juga menegaskan bahwa pers harus tetap menjalankan fungsi kontrol secara profesional.

“Kami tidak ingin pers hanya hadir saat ada persoalan. Ketika aparat bekerja dengan baik, sudah selayaknya diapresiasi. Ketika ada hal yang perlu dikritisi, pers juga harus berani menyampaikannya. Semua harus berlandaskan fakta, data dan kepentingan publik,” pungkas Robby R.

Sumber: Bratanews
Penulis: Red Bahana Merdeka — Robby R(AS).