MAKASSAR — Tiga belas daerah telah disambangi Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dalam rangka konsolidasi pasca-Musda. Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa IAS bukan sosok asing bagi kader dan masyarakat di daerah.
Kehadiran IAS di sejumlah wilayah justru menghadirkan kembali nostalgia, penghargaan terhadap rekam jejak, serta harapan agar Golkar Sulsel semakin solid dan dekat dengan rakyat.
Di Tana Toraja, misalnya, sambutan penuh nuansa emosional mewarnai kedatangan IAS. Ia disebut memiliki hubungan dengan daerah tersebut sebagai keturunan Puang Tondong sekaligus bagian dari keluarga besar kader terbaik Tana Toraja.
Simbol penghormatan itu kembali terlihat ketika IAS menerima topi Toraja untuk kedua kalinya. Menariknya, pemberian tersebut dilakukan oleh dua Ketua DPD Golkar Tana Toraja pada kesempatan berbeda.
Suasana serupa juga terasa di Luwu Utara. Ketua Harian Golkar Luwu Utara, Basir, menilai IAS bukan sosok asing bagi kader di daerah. Pengalaman dan kompetensinya pun dinilai telah teruji.
Bagi sebagian kader, pengalaman IAS menjadi modal penting untuk membawa Golkar Sulsel menghadapi tantangan politik ke depan. Kepemimpinan bukan semata soal jabatan, tetapi tentang pengalaman, kemampuan merangkul, dan kesediaan turun langsung mendengar suara kader di daerah.
Karena itu, dukungan terhadap IAS dinilai wajar. Sosok yang telah melalui perjalanan panjang dalam dunia pemerintahan dan politik tersebut dianggap memiliki bekal yang cukup untuk memimpin Golkar Sulsel dengan lebih matang.
Harapan kader sederhana: Golkar tetap menjadi rumah bersama, tidak hanya kuat di struktur organisasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat.
Sehat selalu ACO, teruslah turun menyapa dan merangkul. Pengalaman, ketulusan, serta kedekatan dengan daerah menjadi kekuatan untuk membawa Golkar Sulsel semakin solid, sukses dan dicintai masyarakat.
(AS)
0Komentar