Makassar – Ketua Umum Laskar Sinri Jala Indonesia (LSI), Saparuddin Gosal, didampingi Wakil Ketua Umum dan Ketua Kota Makassar, menyampaikan refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam membangun komunikasi, silaturahmi, dan pendampingan kepada berbagai kalangan, termasuk figur-figur yang pernah berjuang meraih jabatan publik.
Menurut Saparuddin, selama bertahun-tahun LSI telah banyak belajar dari berbagai pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang mengecewakan. Namun, seluruh pengalaman tersebut dijadikan pelajaran berharga untuk terus memperkuat komitmen organisasi dalam menjalin hubungan yang baik dengan semua pihak.
Ia mengungkapkan, tidak sedikit tokoh yang sebelum memperoleh jabatan intens menjalin komunikasi dengan dirinya dan jajaran LSI. Mereka meminta dukungan moral, doa, hingga pengawalan dalam perjalanan menuju jabatan yang diharapkan. Komunikasi itu, kata dia, berlangsung hampir setiap hari, mulai pagi, siang, hingga malam.
"Namun setelah berhasil meraih jabatan, ada di antara mereka yang komunikasi dan silaturahminya perlahan terputus. Kami tidak mempermasalahkan hal itu. Bagi kami, setiap pengalaman adalah pelajaran untuk menjadi lebih dewasa," ujar Saparuddin.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa LSI tidak menyimpan rasa dendam ataupun kekecewaan yang berkepanjangan. Sebaliknya, organisasi memilih untuk mengikhlaskan segala bentuk pengorbanan dan dukungan yang pernah diberikan.
"Kami berharap para pejabat yang telah dipercaya rakyat tetap memegang teguh amanah, mengutamakan kepentingan masyarakat, bekerja dengan integritas, serta menghadirkan kebijakan yang benar-benar membawa kesejahteraan bagi rakyat, bukan hanya untuk kepentingan pribadi maupun kelompok," tegasnya.
Saparuddin juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang telah memperoleh amanah dari masyarakat. Ia berharap jabatan yang diemban menjadi ladang pengabdian dan dapat dipertanggungjawabkan, baik di hadapan rakyat maupun di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
"Selamat dan sukses mengemban amanah rakyat. Semoga jabatan yang diraih menjadi jalan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Silaturahmi adalah nilai yang harus tetap dijaga, karena jabatan bersifat sementara, sedangkan persaudaraan dan pengabdian kepada rakyat adalah warisan yang akan selalu dikenang," tutupnya.
(Tim AGUNG JACK)
0Komentar