Makassar,Provinsi Sulawesi-Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com
MAKASSAR – LSM JANGKAR INVESTIGASI-
Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjadi sorotan tajam publik setelah proyek jalan tahun anggaran 2024–2025 senilai Rp183,7 miliar dilaporkan mengalami kerusakan dini di sejumlah titik.

LSM JANGKAR menilai terdapat dugaan pola tekanan terhadap kontraktor, mulai dari percepatan pekerjaan di lapangan, indikasi penurunan kualitas pekerjaan, hingga dugaan intervensi teknis yang diduga berdampak langsung pada mutu konstruksi.

Sejumlah ruas strategis seperti Perintis Kemerdekaan, Tamangapa Raya, Borong Raya, dan Hertasning Baru dilaporkan mengalami kerusakan berupa retak, amblas, hingga pengelupasan aspal hanya beberapa waktu setelah selesai dikerjakan.

SOROTAN DUGAAN
Dugaan percepatan pekerjaan tidak sesuai standar teknis

Dugaan pengetatan anggaran yang berdampak pada kualitas material

Dugaan intervensi teknis di lapangan.
PHO diduga dilakukan meski pekerjaan belum sepenuhnya memenuhi mutu

FAKTA LAPANGAN
Sejumlah titik jalan yang baru dikerjakan dilaporkan mengalami kerusakan dini. Aspal retak, permukaan tidak stabil, hingga indikasi amblas di beberapa segmen jalan menjadi perhatian warga.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah proyek yang baru selesai ini benar-benar sesuai spesifikasi teknis, atau terdapat persoalan dalam pelaksanaan di lapangan?

DESAKAN PUBLIK
Publik dan elemen masyarakat sipil kini mendorong dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk pemeriksaan terhadap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima pekerjaan.

KESIMPULAN
Proyek jalan Kota Makassar 2024–2025 kini menjadi sorotan bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dugaan lemahnya pengawasan dan tata kelola proyek bernilai ratusan miliar rupiah.

(Tim Investigasi Jangkar)