Bandung,Provinsi Jawa-Barat Indonesia,
BahanaMerdeka.com | BANDUNG — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menyerukan pentingnya penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Taruna Ikrar dalam forum ilmiah di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, yang mengangkat tema “Advancing Pharma and Food Innovation for a Healthier and Sustainable Indonesia”, dengan perspektif “Global Challenges Need Broad-View Scientific Leadership.”

Kegiatan ini diikuti ribuan peserta secara langsung maupun daring. Taruna Ikrar didampingi Staf Khusus Kepala BPOM RI, Wachyudi Muchsin, serta sejumlah pejabat dan jajaran BPOM.

Tiga Fondasi Kemajuan Bangsa

Dalam pemaparannya, Taruna Ikrar menekankan tiga prinsip penting bagi ilmuwan Indonesia, yakni menjulang, membumi, dan mengakar.

Menjulang berarti berani berpikir besar, menguasai perkembangan sains mutakhir, dan membawa Indonesia menjadi bagian penting dalam persaingan inovasi dunia.

Membumi berarti menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk melalui ketersediaan obat yang aman dan bermutu, pangan berkualitas, serta pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Sementara mengakar menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, integritas, kearifan lokal, dan kepentingan bangsa.

Filosofi ini mengingatkan bahwa keberhasilan ilmu pengetahuan tidak cukup diukur dari publikasi dan pencapaian akademik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Indonesia Harus Berani Menciptakan Inovasi

Taruna Ikrar juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, precision medicine, serta terapi berbasis sel dan gen yang mengubah lanskap industri kesehatan dunia.

Menurut arah pemikiran yang disampaikannya, Indonesia perlu memperkuat riset dan teknologi agar tidak hanya menjadi konsumen produk inovasi negara lain, tetapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi sendiri.

Di sektor pangan, penguatan inovasi diperlukan untuk menjaga keamanan pangan, meningkatkan kualitas gizi, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta menghadapi dampak perubahan iklim.

BPOM dan Perguruan Tinggi Perkuat Kolaborasi

Sebagai Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menempatkan regulasi berbasis sains sebagai bagian penting dalam mendukung inovasi yang bertanggung jawab.

Regulasi dan sistem pengawasan diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan aspek keamanan, khasiat, dan mutu obat maupun keamanan pangan.

Perguruan tinggi juga didorong memperkuat kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah atau Academia, Business, and Government (ABG), sehingga hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan dari Unpad untuk Masa Depan Indonesia

Forum ilmiah di Unpad tersebut menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dalam menghadapi tantangan kesehatan, pangan, dan persaingan teknologi global.

Media BahanaMerdeka melalui Kabiro Pinrang memandang bahwa penguatan sains dan inovasi harus berjalan seiring dengan kepentingan rakyat. Ilmuwan diharapkan mampu melahirkan gagasan berkelas dunia, sementara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu membangun kerja sama agar hasil penelitian dapat dirasakan masyarakat luas.

Pada akhirnya, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Bangsa ini perlu memperkuat kemampuan menciptakan inovasi, membangun kemandirian industri, serta memastikan kemajuan ilmu pengetahuan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Menjulang dalam cita-cita, membumi dalam pengabdian, dan mengakar dalam nilai kebangsaan—itulah semangat yang perlu terus dibangun untuk membawa Indonesia semakin diperhitungkan di dunia.

BahanaMerdeka Nasional
Kabiro Pinrang / Redaksi