INDONESIA — Hari Kemerdekaan Republik Indonesia seharusnya bukan hanya menjadi momentum mengibarkan bendera, menggelar perlombaan dan menyampaikan slogan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka.
Di balik kemeriahan peringatan kemerdekaan tahun 2026, masih ada suara rakyat kecil yang ingin didengar.
“Kami ingin benar-benar merdeka, Pak!”
Merdeka bukan sekadar bebas dari penjajahan. Bagi rakyat kecil, kemerdekaan berarti bebas dari kelaparan, bebas dari kemiskinan, mudah mendapatkan kebutuhan pokok, memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak, serta tidak dipaksa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.
Kondisi antrean panjang BBM yang dalam beberapa waktu terakhir dirasakan masyarakat di sejumlah daerah menjadi salah satu gambaran bahwa persoalan kebutuhan dasar rakyat masih membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, waktu adalah uang. Mereka harus bekerja dari pagi hingga malam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika harus mengantre BBM berjam-jam, kesempatan mencari nafkah ikut hilang.
Bagaimana rakyat kecil bisa disebut benar-benar merdeka jika untuk mendapatkan BBM saja harus mengantre berjam-jam?
Pemerintah jangan hanya hadir ketika rakyat dibutuhkan suaranya. Pemerintah harus hadir ketika rakyat membutuhkan pekerjaan, pelayanan, kepastian harga dan akses terhadap kebutuhan dasar.
Rakyat kecil tidak membutuhkan terlalu banyak kata-kata.
Mereka membutuhkan tindakan nyata.
Mereka membutuhkan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Mereka membutuhkan penghasilan yang memungkinkan keluarga makan dengan layak. Mereka membutuhkan pelayanan publik yang tidak menyulitkan. Mereka membutuhkan BBM yang tersedia dan mudah diperoleh tanpa harus menghabiskan berjam-jam di antrean.
Di tengah berbagai kemeriahan peringatan kemerdekaan, pemerintah juga harus melihat wajah rakyat yang masih berjuang menyambung hidup.
Mereka mungkin tidak mampu berteriak di depan gedung pemerintahan. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk menggelar aksi besar. Tetapi suara mereka tetap suara rakyat Indonesia.
Jangan hanya ingat rakyat ketika membutuhkan suara dalam pemilu. Ingatlah rakyat ketika mereka membutuhkan negara.
Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk hidup layak, bekerja, memperoleh penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarganya.
Karena itu, di momentum kemerdekaan 2026 ini, pesan rakyat sederhana:
«“Kami tidak meminta hidup mewah. Kami hanya ingin diperhatikan. Kami ingin pekerjaan. Kami ingin kebutuhan dasar mudah didapat. Kami ingin hidup lebih layak.”»
Dan kepada pemerintah, rakyat kecil seakan ingin mengatakan:
“Rakyat harus merdeka, Pak. Merdeka dari kemiskinan. Merdeka dari kesulitan mencari nafkah. Merdeka dari antrean panjang kebutuhan dasar. Merdeka untuk bekerja dan menghidupi keluarga dengan layak.”
Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka bukan hanya slogan. Merdeka harus benar-benar dirasakan rakyat.
(Red Bahana Merdeka)
0Komentar