Makassar,Provinsi Sulawesi_Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com
MAKASSAR – Media BahanaMerdeka | Aktivitas parkir puluhan truk ekspedisi di sepanjang Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, kembali menuai sorotan. Warga menilai badan jalan telah lama berubah fungsi menjadi lokasi parkir dan garasi kendaraan berat, mulai dari tronton, wing box hingga kontainer.

Kondisi tersebut disebut menyebabkan kemacetan, kerusakan jalan, terganggunya drainase, serta meningkatnya risiko kecelakaan. Warga pun mempertanyakan ketegasan Pemerintah Kota Makassar, khususnya pihak Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP dalam melakukan penertiban.

Sorotan semakin menguat setelah beredar perbincangan di Posko RW 07 terkait viralnya pemberitaan mengenai aktivitas ekspedisi yang parkir di bahu jalan. Sejumlah warga mempertanyakan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang diduga ikut membela atau membackup aktivitas tersebut, sehingga persoalan parkir truk yang berlangsung bertahun-tahun belum juga ditertibkan.

Secara hukum, penggunaan badan jalan yang mengganggu fungsi jalan berpotensi melanggar Pasal 28 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan menegaskan bahwa ruang manfaat jalan tidak boleh digunakan di luar peruntukannya tanpa izin yang sah.

Warga juga meminta pemerintah mengevaluasi perizinan usaha ekspedisi, termasuk kewajiban penyediaan lahan parkir dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), agar fasilitas usaha tidak membebani ruang publik.

"Kami hanya ingin jalan difungsikan sebagaimana mestinya, bukan menjadi garasi truk. Persoalan ini sudah berlangsung lama dan sangat merugikan masyarakat," ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diterbitkan, publik masih menunggu langkah tegas dari Pemerintah Kota Makassar dan instansi terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Tim investigasi)