Belopa Provinsi Sulawesi-Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com
Luwu – RSUD Batara Guru Belopa kembali menjadi sorotan publik setelah lonjakan pasien pasca Lebaran memperlihatkan lemahnya manajemen pelayanan kesehatan. Data menunjukkan jumlah pasien meningkat drastis dari rata-rata 30-an per hari menjadi lebih dari 50 pasien, namun kesiapan fasilitas dan tenaga medis dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan.

Kelemahan yang Disorot
Kapasitas terbatas: Meski pasien datang dari Luwu, Palopo, Luwu Utara, hingga Luwu Timur, ruang perawatan masih minim dan sering penuh.  
Manajemen gizi pasien: Banyak keluhan terkait pola makan pasien yang tidak ditangani dengan edukasi memadai, padahal gangguan pencernaan dan hipertensi mendominasi kasus.  
Pelayanan lambat: Beberapa keluarga pasien mengeluhkan waktu tunggu yang panjang, terutama di IGD.  
Ketergantungan pada pembangunan baru: Pembangunan gedung baru (jiwa, saraf, hemodialisis) disebut-sebut sebagai solusi, tetapi publik menilai ini hanya menutup kelemahan lama tanpa memperbaiki sistem pelayanan dasar.  

Kritik Publik
Sejumlah warga menilai RSUD Batara Guru terlalu sibuk membangun citra sebagai rumah sakit rujukan, tetapi mengabaikan hal-hal mendasar seperti kebersihan, kecepatan pelayanan, dan edukasi kesehatan. “Pasien datang bukan untuk melihat gedung baru, tapi untuk mendapatkan pelayanan cepat dan tepat,” ujar salah satu keluarga pasien.

Kesimpulan
Lonjakan pasien pasca Lebaran seharusnya menjadi alarm keras bagi RSUD Batara Guru Belopa. Tanpa perbaikan manajemen, rumah sakit ini berisiko kehilangan kepercayaan masyarakat, meski terus memperluas bangunan fisik.
(Tim)