GOWA SULSEL—LSM JANGKAR - Dugaan tindakan bullying, body shaming, dan kekerasan verbal di lingkungan MBG/SPPG H. Bate menjadi sorotan setelah keluarga salah satu pekerja, Ayu, menyampaikan protes keras atas perlakuan yang diduga diterima korban saat bekerja.
Keluarga Ayu, yakni Noval Ferdian Manamuri bersama Andi Syamkumullah, mengaku kecewa atas dugaan penghinaan fisik dan tekanan verbal yang disebut dilakukan oleh oknum asisten lapangan di lingkungan kerja tersebut.
LSM JANGKAR Menurut keterangan keluarga, Ayu beberapa kali diduga dipermalukan di depan pekerja lain dengan menyebut kondisi fisiknya berbadan besar dan lambat bergerak. Padahal korban dinilai tetap bekerja dengan baik dan menjalankan tugas secara bertanggung jawab.
“Tidak ada pekerja yang pantas dihina atau dipermalukan hanya karena persoalan pribadi ataupun rasa iri,” ujar Noval anak dari Ayu.
Keluarga menduga persoalan bermula setelah Ayu dipercaya menangani pembuatan bumbu masakan oleh pihak SPPG. Sejak itu muncul dugaan kecemburuan dari salah satu koordinator yang kemudian memicu perlakuan tidak adil di lingkungan kerja.
Puncak ketegangan disebut terjadi saat Ayu datang bekerja seperti biasa, namun tugas yang selama ini dijalankannya diduga hendak diambil alih. Ketika korban meminta agar persoalan dikonfirmasi kepada ahli gizi, situasi justru memanas hingga terjadi keributan di dapur kerja.
Keluarga menilai dugaan tindakan tersebut mencederai etika kerja dan nilai kemanusiaan. Mereka meminta pihak manajemen MBG/SPPG H. Bate segera melakukan evaluasi serta memberikan perlindungan kepada pekerja agar kasus serupa tidak terulang.
Perilaku bullying dan penghinaan fisik di lingkungan kerja dinilai bertentangan dengan prinsip perlindungan tenaga kerja sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menjamin setiap orang memperoleh perlakuan yang adil dan bermartabat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak koordinator maupun manajemen MBG/SPPG H. Bate terkait dugaan bullying dan kekerasan verbal tersebut.
(TIM JANGKAR)
0Komentar