Makassar,Provinsi Sulawesi-Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com
Makassar — Di tengah kehidupan sosial yang semakin dipengaruhi oleh sikap individualisme dan kepentingan pribadi, nilai kebersamaan serta budaya saling berbagi dinilai menjadi salah satu pondasi penting dalam menjaga keharmonisan hubungan antar sesama. Hal tersebut disampaikan oleh Muh. 
Yusuf Mappe saat memberikan pandangannya mengenai pentingnya mempertahankan semangat solidaritas dalam lingkungan Lakasi Big Family (LBF).

Menurutnya, sifat saling berbagi bukan sekadar bentuk bantuan materi, melainkan cerminan akhlak, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kekeluargaan yang telah lama diwariskan dalam kehidupan masyarakat.

*“Menjaga sifat untuk saling berbagi dalam Lakasi Big Family (LBF) ialah sikap terpuji. Nilai ini bukan hanya memperkuat hubungan persaudaraan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat kita,” tegas Muh. Yusuf Mappe.*

Ia menilai, keberadaan komunitas atau keluarga besar seperti LBF tidak akan memiliki arti apabila para anggotanya kehilangan rasa peduli terhadap sesama. Karena itu, ia mengingatkan agar budaya berbagi tidak hanya muncul ketika ada kepentingan atau momentum tertentu, melainkan harus menjadi karakter dan kebiasaan yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam keterangannya, Muh. Yusuf Mappe juga menyoroti kondisi sosial saat ini yang menurutnya mulai memperlihatkan berkurangnya rasa empati di tengah masyarakat. Banyak hubungan sosial yang perlahan menjadi renggang akibat munculnya sikap egoisme, persaingan tidak sehat, hingga hilangnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ia menegaskan bahwa Lakasi Big Family (LBF) harus mampu menjadi contoh positif dalam membangun solidaritas sosial, terutama bagi generasi muda.

Menurutnya, semangat berbagi harus dipahami sebagai kekuatan moral yang mampu mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan saling mendukung.

*“Jangan sampai kebersamaan hanya menjadi slogan. Persaudaraan harus dibuktikan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga budaya saling membantu, saling menghargai, dan saling berbagi kepada sesama anggota maupun masyarakat luas,” ujarnya.*

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa budaya berbagi juga memiliki dampak besar terhadap terciptanya rasa aman, nyaman, dan saling percaya di tengah lingkungan sosial. Ketika seseorang memiliki kepedulian terhadap orang lain, maka hubungan kekeluargaan akan semakin kuat dan potensi terjadinya konflik sosial dapat diminimalisir.

Muh. Yusuf Mappe berharap seluruh anggota LBF tetap menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, serta menanamkan nilai gotong royong dalam setiap aktivitas sosial.

Ia juga mengajak semua pihak untuk tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami sesama, sebab menurutnya nilai kemanusiaan akan terlihat dari seberapa besar kepedulian seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya.

*“Orang yang besar bukan hanya mereka yang memiliki harta atau jabatan, tetapi mereka yang mampu memberi manfaat bagi orang lain. Karena itu, budaya saling berbagi harus terus dijaga sebagai warisan moral dan identitas kebersamaan dalam Lakasi Big Family,” pungkasnya.*

Dengan semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang terus dipertahankan, Lakasi Big Family (LBF) diharapkan mampu menjadi simbol persaudaraan yang kuat, humanis, dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas.