Luwu Utara,Propensi Sulawesi-Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com-Luwu Utara,Aksi mogok kerja yang dilakukan petugas jaringan irigasi di Daerah Irigasi (D.I) Kanjiro, Kabupaten Luwu Utara, dan D.I Tinco, Kabupaten Soppeng, berdampak serius terhadap kebutuhan air bagi petani. Penutupan bendung yang dilakukan petugas membuat lahan pertanian terancam kekeringan pada masa tanam saat ini.
Koordinator lapangan wilayah D.I Kanjiro, Baharuddin, mengatakan pasokan air sangat mendesak dibutuhkan untuk mengairi sawah. Ia menegaskan, jika kondisi ini terus berlangsung, para petani dipastikan akan menghadapi risiko gagal panen.
“Apabila air tidak segera dialirkan, para petani tidak bisa menanam, dan hasil panen akan gagal. Jika ini terjadi, program pemerintah pusat maupun daerah yang menargetkan surplus beras bisa saja tidak tercapai,” ujar Baharuddin, Kamis (21/8).
Kondisi serupa juga dikhawatirkan terjadi di sejumlah daerah irigasi lain, seperti D.I Lamasi, Kabupaten Luwu, yang dikoordinatori oleh Natalius Balik, serta D.I Tinco, Kabupaten Soppeng, di bawah koordinator Darussalam A.
Hingga kini, belum ada solusi konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan aksi mogok tersebut. Para petani berharap agar persoalan segera ditangani demi menyelamatkan musim tanam tahun ini.Hasmiaty Umi
0Komentar