Wajo,Propensi Sulawesi-Selatan Indonesia,Bahana Merdeka,Com
Wajo, – Ratusan massa yang tergabung dalam Kesatuan Rakyat Menggugat Kabupaten Wajo menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kabupaten Wajo, Jalan Rusa, Kelurahan Tempe, Kecamatan Tempe, pada Rabu (10/09/2025) pukul 13.00 WITA. Aksi ini menyuarakan sejumlah tuntutan terkait transparansi anggaran, dugaan korupsi, dan permasalahan kesejahteraan petani.
 
Dalam orasinya, koordinator aksi menyampaikan delapan tuntutan utama, yaitu:
 
1. Hapus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Kab. Wajo: Massa menilai tunjangan ini tidak relevan dan membebani anggaran daerah.
2. Hapus Perjalanan Dinas Luar Provinsi DPRD Kab. Wajo: Perjalanan dinas dianggap tidak efektif dan menghambur-hamburkan anggaran.
3. Kembalikan Anggaran Media ke Sekwan: Massa khawatir pengelolaan anggaran media di luar Sekretariat Dewan (Sekwan) berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
4. ULP Tidak Netral: Unit Layanan Pengadaan (ULP) diduga tidak netral dalam proses tender proyek pemerintah.
5. Swakelola Dinas Pendidikan Diduga Dikelola Pihak Luar: Massa menduga ada pihak ketiga yang mengendalikan proyek swakelola di Dinas Pendidikan.
6. Petani Beras Sulit Menjual Berasnya di Bulog: Petani mengeluhkan kesulitan menjual hasil panen mereka ke Bulog dengan harga yang layak.
7. Usut Tuntas Dugaan Korupsi RSUD Siwa 2025: Massa mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di RSUD Siwa.
8. PDM Keruh dan Tidak Lancar: Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dikeluhkan karena pelayanan yang buruk dan tidak lancar.
 
Aksi ini mendapat perhatian dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Wajo yang bersedia menerima aspirasi massa. Beberapa anggota dewan yang hadir antara lain:
 
1. Firmansyah Perkesi (Ketua DPRD Wajo)
2. Andi Merly Iswita (Wakil Ketua I DPRD Wajo)
3. Andi Rasyadi (Wakil Ketua II DPRD Wajo)
4. Andi Mayang
5. Takwa Gaffar
6. Andi Amsar Timbang
7. H. Risman
8. H. Syamsuddin
9. Andi Rustan
10. Farhan Pradana
11. Herrman Arif
12. Andi Syariful Aklam
 
Ketua DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi, menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan massa dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan perwakilan Kesatuan Rakyat Menggugat. "Kami akan segera menjadwalkan RDP untuk membahas tuntutan ini secara komprehensif dan mencari solusi terbaik," ujarnya.
 
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dan damai, dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Massa membubarkan diri setelah perwakilan DPRD berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mereka.
 
Tim Liputan: A. Yusuf, Besse, Rani, Ati, Andi Mutmainna, H. Herman, Karmila./Hj Nurung
.